Berita >> Nasional >> Berita Terkini

Harga Elpiji Naik Lagi
BERITA - berita-terkini.infogue.com -
JAKARTA - Beban yang dipikul rakyat Indonesia bakal bertambah berat. Untuk kali kesekian, mulai besok PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga elpiji (LPG) ukuran 12 kg dan 50 kg.

Vice President Komunikasi PT Pertamina Wisnuntoro mengatakan, kebijakan itu diperlukan agar secara bertahap harga elpiji nonsubsidi bisa mendekati angka keekonomian. ''Kenaikan harga khusus untuk elpiji 12 kg dan 50 kg, sedangkan harga elpiji 3 kg tetap,'' katanya di Jakarta kemarin (23/8).

Terhitung mulai 25 Agustus, sambung dia, harga elpiji 12 kg naik dari Rp 5.250 per kg menjadi Rp 5.750 per kg. Itu berarti harga per tabung meningkat dari Rp 63.000 per tabung menjadi Rp 69.000 per tabung. ''Naik sekitar 9,5 persen,'' katanya.

Elpiji kemasan 50 kg, yang sebelumnya didiskon 15 persen, mulai besok hanya dikorting 10 persen. Artinya, harga naik dari Rp 6.878 per kg menjadi Rp 7.255 per kg. Dengan demikian, harga dalam kemasan 50 kg naik dari Rp 343.900 per tabung menjadi Rp 362.750 per tabung.

Sedangkan harga jual elpiji tabung 3 kg yang masuk dalam program konversi masih tetap. Yakni, Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per tabung. ''Ini untuk mendukung program konversi,'' terangnya.

Menurut dia, harga jual tersebut berlaku eks agen dalam radius sampai 60 km dari instalasi utama Pertamina dan SPPBE. Di luar radius 60 km masih ditambah biaya angkutan. ''Ini diatur dalam SK menteri perhubungan,'' paparnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa alasan mengapa harga jual elpiji perlu dinaikkan. Pertama, kenaikan harga jual elpiji pada Juli 2008 adalah untuk mengakomodasi kenaikan biaya operasional dan distribusi sehubungan dengan naiknya harga BBM. ''Itu belum mengakomodasi harga bahan baku elpiji,'' ujarnya.

Kedua, tahun ini rata-rata harga elpiji di pasar internasional dengan referensi CP Aramco adalah USD 858 per metrik ton. Dengan begitu, harga keekonomian elpiji sebenarnya Rp 11.400 per kg. Ketiga, tingginya harga di pasar internasional membuat disparitas dengan harga kemasan 12 kg dan 50 kg dalam negeri cukup besar. Yakni, Rp 6,5 triliun per tahun. ''Itu yang ditanggung Pertamina sebagai kerugian,'' terangnya.

Terkait harga jual yang masih jauh dari nilai keekonomian, Pertamina berencana menaikkan harga elpiji kemasan 12 kg secara bertahap Rp 500 per kg setiap bulan. ''Hingga mencapai harga keekonomian Rp 11.400 per kg,'' jelasnya.

Demikian pula elpiji kemasan 50 kg. Pertamina akan mengurangi diskonnya secara bertahap dan selanjutnya disesuaikan sampai harga keekonomian.

Guna memenuhi kebutuhan elpiji masyarakat, Pertamina tetap menjamin ketersediaan bahwa stok saat ini 76.780 MT. ''Itu cukup untuk 17 hari kebutuhan nasional,'' ujarnya.

Meski demikian, Pertamina berharap agar masyarakat dapat membeli elpiji sesuai kebutuhan atau tidak berlebihan di atas pemakaian normal.

sumber: jwp
Lihat Sumbernya
Artikel yang direkomendasikan >>
Artikel Terkait (by tag / keyword)
dunia-bisnis.infogue.com / Dimasukkan: -1 hari -1 jam yang lalu 0 komentar
ptc-cam.blogspot.com / Dimasukkan: 20 menit 31 detik yang lalu 0 komentar
saham-valas.infogue.com / Dimasukkan: 25 menit 57 detik yang lalu 0 komentar
lintasberitas.blogspot.com / Dimasukkan: 1 jam 10 menit yang lalu 0 komentar
selebritis.infogue.com / Dimasukkan: 1 jam 33 menit yang lalu 0 komentar
 
0 Komentar
Sepi ya ... ayo komentar dooong!
Tambah Komentar
Username*
Password*
 

Top Article - Berita Terkini

284     Inilah Pendeta Perempuan Yang Mabuk Sambil ...
248     [HARUS BACA] Orang Paling Kaya Di Indonesia ...
244     10 DAFTAR PRODUK GAGAL TERBESAR yang DITARIK ...
230     Selamat Hari Phi Sedunia | Logo Google ...
229     Hah! Perut Sedang Hamil Tiba-tiba Kempes